Apakah ada yang sedang membangun rumah dan sudah pada tahap finishing? Atau mungkin ingin merenovasi plafon rumah untuk mengganti plafon lama dengan yang baru? Mungkin pemilihan plafon yang tepat bisa menggunakan plafon gypsum dengan rangka hollow. Apa itu dan apa saja kelebihannya? Berikut ini penjelasan lengkap mengenai plafon hollow gypsum dan kelebihannya.

 

Plafon memiliki fungsi yang cukup penting dalam sebuah bangunan. Selain memiliki kegunaan sebagai peredam panas, plafon juga memiliki fungsi estetika dekorasi ruangan. Banyak bangunan rumah tinggal yang kini menggunakan plafon gypsum. Sehingga pemakaian plafon gypsum semakin banyak diminati dan menjadi salah satu alternatif utama, sebagai penutup langit-langit bangunan.

 

Apa itu Hollow?

Besi hollow atau biasa juga disebut dengan plafon hollow merupakan suatu jenis besi beton yang sering digunakan pada konstruksi bangunan. Memiliki bentuk batang berongga yang berbentuk segi empat, atau sering disebut sebagai pipa kotak. Untuk besi hollow jenis gypsum yang menjadi material bahan bangunan terbaik dan terkenal akan kekuatannya. Biasanya, hollow gypsum ini digunakan sebagai rangka plafon suatu bangunan rumah atau gedung.

 

Jenis Besi Plafon Hollow

  • Besi Hollow Gypsum

Besi hollow dengan bahan gypsum adalah salah satu bahan yang paling diminati untuk konstruksi bangunan. Memiliki sifat yang kokoh dan tahan lama. Besi ini bisa digunakan untuk membuat rangka plafon di rumah maupun gedung. Bahkan, kualitasnya juga lebih bagus dibandingkan dengan kayu dan aman dari rayap.

 

  • Besi Hollow Galvalume

Besi ini sering juga disebut sebagai Zincalume atau galvalume yang menjadi besi hollow paling bagus diantara lainnya. Komposisi yang digunakan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap karat dibandingkan jenis lainnya. Kandungan didalamnya terdapat 1,5% lapisan silikon, unsur coating aluminium 55%, dan 43,5% unsur besi.

 

  • Besi Hollow Galvanis

Kualitas yang dimiliki oleh besi hollow galvanis berada di bawah besi hollow galvalume. Kekurangannya adalah mudah terkena korosi jika terpotong atau bergesekan dengan material lain. Dari segi bahan juga sedikit berbeda, mengandung coating zinc sebesar 97% dan coating aluminium sebesar 1% saja.

 

  • Besi Hollow Hitam

Jenis besi hollow hitam dengan bahan dasar baja hitam. Jenis besi hollow ini memiliki ketebalan yang tinggi dan sangat kuat untuk dijadikan bahan konstruksi. Namun, kekurangannya adalah ukuran yang telah di standarisasi dan tidak banyak pilihan.

 

Kelebihan dan Kekurangan Plafon Hollow Gypsum

Meskipun sudah banyak digunakan sebagai material bahan konstruksi, plafon hollow tentunya memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri. Berikut beberapa diantaranya:

 

  • Kelebihan Plafon Hollow Gypsum

Untuk kelebihan utama dari besi hollow gypsum sebagai penyangga tiang plafon tentunya karena kekuatan yang dimilikinya. Berikut beberapa kelebihannya:

  1. Memiliki kualitas prima dan fleksibel untuk digunakan sebagai bahan konstruksi.
  2. Pemasangan yang mudah, cepat, juga praktis.
  3. Perawatan yang mudah serta awet ketika digunakan.
  4. Jenis besi hollow yang baik tidak mudah mengalami korosi dengan warna yang kuat menempel.

 

  • Kekurangan Plafon Hollow Gypsum

Dibalik kelebihannya yang kuat dan sering digunakan pada konstruksi bangunan. Besi hollow gypsum  masih memiliki kekurangan, diantaranya:

  1. Terkadang tidak dapat digunakan untuk menahan beban yang terlalu berat.
  2. Besi dengan kualitas rendah akan mudah berongga dan memungkinkan udara masuk.
  3. Umumnya, besi ini hanya memiliki ukuran sampai 6 meter saja.

 

Cara Memasang Plafon Hollow Gypsum

Berikut akan dijelaskan panduan langkah-langkah cara pasang plafon gypsum menggunakan rangka plafon baja ringan dan rangka plafon hollow. Bahan hollow banyak digunakan sebagai rangka plafon rumah, karena mudah dalam tahap pemasangan dan bersifat anti rayap. Ukuran besi hollow yang digunakan adalah 2 x 4 cm dan 4 x 4 cm. Akan tetapi jika memilih menggunakan baja ringan, maka dapat menggunakan baja ringan dengan ukuran standar 0,73 sampai 0,75 mm.

 

  • Menyesuaikan Elevasi Plafon

Langkah awal dari cara pasang plafon gypsum adalah mengukur garis ketinggian pada langit-langit ruangan. Buatlah empat titik pada tiap sudut ruangan menggunakan waterpass selang. Kemudian tarik garis lurus dari satu titik ke titik lainnya menggunakan tali pensil. Sehingga terlihat marking garis elevasi pada dinding rumah. Garis elevasi tersebut berguna sebagai panduan pemasangan rangka hollow plafon pada dinding.

 

  • Memasang Wall Angle

Langkah selanjutnya adalah pemasangan wall angle yang berfungsi sebagai penopang plafon. Letakkan wall angle pada garis-garis lurus yang telah dibuat di awal tadi tepat di bagian bawah. Setelah memastikan tepat, pakulah menggunakan paku beton ukuran 2 atau 3 cm dengan jarak antar paku minimal 30 cm. Sebelum melanjutkan memasang, pastikan paku-paku ini kuat. Lanjutkan pemasangan wall angle di setiap garis panjang terlebih dahulu. Pemasangan wall angle juga dapat menggunakan sekrup yang dipasang dengan cara pengeboran.

 

  • Pengukuran Ulang

Setelah sekeliling dinding ruangan telah dipasang wall angle atau rangka hollow. Cara pasang plafon rumah selanjutnya dengan melakukan pengukuran luas ruangan. Pengukuran dilakukan pada batang wall angle dari pinggiran satu dinding dengan interval jarak 60 cm. Pengukuran dimulai dari pinggiran dinding yang satu hingga ke sisi dinding yang lain secara berurutan. Agar ketika dipasang tidak terjadi salah ukuran yang disebabkan perbedaan ketebalan dinding. Saat melakukan pengukuran, jangan lupa berilah tanda untuk setiap jarak 60 cm. Lakukan hal yang sama dengan dinding yang berseberangan lainnya. Pengukuran ini berfungsi untuk pemasangan hollow pada bagian tengah rangka plafon atau biasa disebut sebagai bentangan hollow tengah.

 

  • Memasang Bentangan Hollow Tengah

Setelah melakukan pengukuran, kini langkah selanjutnya dari cara pasang plafon gypsum adalah pemasangan rangka hollow plafon. Sebelum pemasangan ukur kembali panjang tiap-tiap tanda yang sudah Anda buat diawal dan cocokkan dengan panjang hollow. Hollow yang berukuran lebih panjang harus dipotong agar tidak lebih atau kurang pada saat dipasang. Tumpangkan hollow yang sudah berukuran tepat itu pada sisi atas wall angle, kemudian sekrup menggunakan bor hingga kencang. Lakukan pengukuran yang sama pada tanda selanjutnya dan seterusnya, hingga semua tanda selesai terpasang. Jika semua ukuran sudah tepat, pemasangan hollow pada wall angle dan sekrup sampai kencang.

 

  • Memasang Bentangan Hollow Atas

Selesai memasang bentangan hollow tengah, langkah selanjutnya pada cara pasang plafon gypsum adalah memasang bentang hollow atas. Bentang ini berfungsi sebagai penguat dan mengunci hollow bagian bawah agar tidak goyang. Fungsi lainnya sebagai tempat skrup sebagai gantungan yang dihubungkan pada rangka atap untuk dapat menahan beban papan gypsum. Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengukuran pada arah yang berseberangan dengan arah hollow bawah. Jika pengukuran pada hollow atas dilakukan pada sisi dinding yang panjang, maka hollow bawah dilakukan pada sisi dinding yang lebar. Sehingga hollow atas dan bawah akan terlihat saling bersilangan satu dengan yang lainnya. Buatlah ukuran tanda pada dinding yang lebar dengan interval jarak antar tanda 80 cm. Lakukan pemotongan pada hollow yang mempunyai panjang berlebih, sehingga sesuai dengan ukuran pada tanda yang telah dibuat. Jika sudah pas, letakkan semua hollow tepat di atas hollow bawah. Kemudian sekrup dengan kencang pada sisi kiri, kanan dan bawah hingga menembus hollow bawah.

 

  • Membuat Penggantung Rangka Plafon

Setelah semua hollow bagian atas terpasang, langkah selanjutnya dari cara pasang plafon gypsum adalah membuat gantungan rangka hollow. Pada bagian atas dan bagian bawah ke rangka atap rumah. Bisa juga membuatnya dengan jarak antar gantungan mulai dari 80 cm, 100 cm, hingga 120 cm. Idealnya penggantung gunakan jarak 80 cm karena semakin rapat jarak antar gantungan, semakin kokoh rangka plafon yang dibuat. Sebagai penggantung maka dapat menggunakan kawat atau potongan hollow yang ada. Ukurlah jarak hollow bagian atas dengan rangka atap, kemudian sekrup bagian komponen atas ke rangka atap jika ukurannya sudah pas. Sekrup juga komponen bawah pada bagian hollow atas dan hollow bawah. Pastikan hollow bawah rata, setelah semua gantungan terpasang, pastikan sekrup terpasang dengan kuat dan tidak goyang. Tahap selanjutnya adalah melakukan penutupan rangka plafon dengan papan gypsum.

 

  • Pemasang Papan Gypsum

Setelah membuat rangka plafon selesai, langkah berikutnya pada cara pasang plafon gypsum adalah memasang papan gypsum. Papan gypsum yang telah sesuai ukurannya dapat dipasang menggunakan sekrup gypsum di jalur rangka hollow atas dan bawah. Jarak ideal antar sekrup adalah 10 cm. Pastikan sekrup kuat. Jika sudah selesai memasang maka bisa melakukan tahap akhir yaitu pendempulan dan pengecatan.

 

  • Finishing

Pekerjaan finishing pada cara pasang plafon gypsum adalah pendempulan dan pengecatan. Pendempulan berguna untuk memperhalus tampilan dan menghilangkan sambungan pada plafon gypsum. Agar mendapat hasil yang optimal, sebaiknya proses pendempulan diulang 2 hingga 3 kali. Setelah pendempulan selesai dan hasilnya tampak rapi, maka bisa mengecatnya sehingga plafon rumah lebih indah dipandang.