Berdasarkan bentuknya, reng simetris memiliki sisi miring dengan sudut yang identik. Jika digambarkan, profilnya mirip seperti hurup ‘A’ tanpa puncak dan tampak tumpul.

Sementara reng asimetris seperti namanya, yaitu tidak simetris. Profil ini punya satu sisi miring, sedangkan lainnya tampak tegak lurus dengan sudut 90 derajat.

Reng Asimetris KS Baja Ringan

Reng Asimetris KS Baja Ringan

Karena bentuk profil yang berbeda dari kedua komponen rangka atap ini, hasil yang diberikan pun tidak sama. Khususnya dalam ‘mencengkeram’ atap (penutup).

Mana yang Lebih Bagus?

Seperti dijelaskan sebelumnya, fungsi reng adalah sebagai penopang atap (penutup), selain mengatur jarak antar genteng. Artinya, penopang tersebut berguna menjadi sangkutan genteng supaya tidak gampang bergeser.

Biasanya, bagian genteng baja ringan/metal pasir/jenis atap (penutup) lainnya dirancang secara khusus agar bisa mengait pada rangka atap. Dalam hal ini, bentuk reng akan berpengaruh pada seberapa kuat kaitan genteng.

 

Reng simetris yang memiliki sudut miring di kedua sisinya cenderung kurang rapi dan kurang optimal dalam mengaitkan genteng. Berbeda dengan reng asimetris yang desainnya lebih memungkinkan genteng lebih tercengkeram lebih kuat.

"Ilustrasi

Seperti Reng Asimetris KS Baja Ringan, yang membuat genteng terpasang dengan rapi. Penggunaan material ini akan mencegah atap merosot/tergelincir turun. Sisa celah pada pemasangan atap (penutup) itu pun tidak ada, sehingga risiko kebocoran atap bisa lebih diminimalisir.

Lebih dari itu, Reng Asimetris KS Baja Ringan juga dilengkapi dengan 7 kepastian sebagai jaminan kualitas, di antaranya adalah:

  1. Pasti CRC dari Krakatau Steel
  2. Pasti mengunakan BjLAS dari ZINIUM®
  3. Pasti ber-SNI 8399:2017 (produk C75+ dan Reng Asimetris)
  4. Pasti memakai bahan ber-SNI 4096:2007
  5. Pasti AZ 100 (untuk produk dengan ketebalan >/= 0,3mm), dan material G 550 untuk Kanal C serta Reng Asimetris
  6. Pasti presisi dengan ketebalan dan dimensi akurat
  7. Pasti jaminan bermutu