BAJA KANAL C BISA MENGALAHKAN KAYU ?

Apa Itu Kanal C dalam Konstruksi Bangunan?

Kanal C hadir dengan bentuk yang mirip seperti huruf C. Terkenal memiliki sifat yang kuat, namun tetap ringan membuat Kanal C sering digunakan sebagai konstruksi atap atau kuda-kuda baja ringan karena dapat menahan beban berat dari atap.

Tak terbatas pada penggunaan konstruksi atap, Kanal C juga terkenal multifungsi dan bisa digunakan sebagai dudukan plafon, dudukan talang air, gorden, partisi dinding, hingga dijadikan pagar.

Terbuat dari baja ringan jenis galvalume, Kanal C terdiri dari 55% aluminium, 43,5% zinc, dan 1,5% silikon pada lapisan atasnya. Kombinasi dari bahan-bahan ini membuat Kanal C dari BLKP 4x lebih tahan terhadap karat. Bukan hanya itu lapisan aluminium zinc nya juga membuat Kanal C memiliki tahan karat minimal 10 tahun bahkan lebih di cuaca atau kondisi dengan suhu dan kelembaban yang normal.

 

Bagaimana Baja Kanal C bisa mengalahkan Kayu?

Saat ini banyak orang yang sudah berbondong-bondong untuk beralih menjadikan baja ringan sebagai rangka konstruksi daripada kayu. Beberapa alasan yang mendorong penggunaan baja ringan dibandingkan kayu, antara lain:

  • Daya Kuat Lebih Tinggi

Kayu lebih rentan terhadap berbagai risiko kerusakan, mulai dari mudah lapuk, terkena serangan rayap, mudah retak, mudah patah, dan cenderung mudah melengkung. Meskipun demikian, kayu memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan. Balok kayu lebih tahan terhadap api daripada balok baja yang tidak dilindungi. Kayu tidak terbakar sampai suhu mencapai 250 derajat, sementara baja tanpa perlindungan dapat melemah pada 230 derajat. Selain itu, kayu yang tidak dilindungi dapat dengan mudah membusuk karena perubahan cuaca dan serangan rayap.

Di sisi lain, baja ringan memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan tidak rentan terhadap masalah-masalah tersebut.  Baja ringan hampir tidak memiliki nilai muai dan susut, serta tahan terhadap perubahan cuaca dan serangan serangga. Selain itu baja ringan juga dapat didaur ulang dengan sistem yang ramah lingkungan. Kekuatan dan ketahanannya, ditambah dengan bobot yang lebih ringan, menjadikan rumah yanng menggunakan baja ringan memiliki umur yang lebih panjang.

 

  • Harga Baja Ringan Lebih Murah Dari Kayu

       Meskipun kayu pernah menjadi bahan utama dalam konstruksi, saat ini produksi kayu tidak mampu mengimbangi permintaan yang terus meningkat. Ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan kayu untuk keperluan bangunan telah menyebabkan kenaikan harga yang signifikan.

Di sisi lain, dengan penggunaan baja ringan yang semakin meluas, produksinya terus meningkat dan harga menjadi lebih stabil, bahkan lebih terjangkau daripada kayu. Meskipun pemasangan baja ringan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja, namun hal tersebut tidak menjadi masalah, mengingat waktu pengerjaan yang lebih cepat dibandingkan dengan kayu. Dari segi ekonomi, penggunaan rangka atap baja ringan memiliki nilai investasi jangka panjang yang sama.